Skip to main content

Liburan ke Rumah Nenek

 


Liburan kali ini sangat berkesan bagiku. Aku diajak keluargaku untuk berlibur ke rumah nenek di Solo, Jawa Tengah. Sebenarnya sudah lama aku tidak berkunjung ke Rumah nenek. Maka kesempatan berlibur ke rumah nenek sangat menggembirakan hatiku.


    Pukul delapan pagi aku berangkat bersama keluargaku dengan mobil. Setelah menempuh sekian puluh kilometer, akhirnya kami sampai di rumah nenek.


    Keesokan harinya, aku diajak keponakanku untuk pergi ke sawah sebelah rumah nenek. Kebetulan hari itu nenek lagi panen padi. Sawah nenek tidak jauh dari rumah. Beberapa menit saja aku sudah sampai di lokasi sawah nenek. Banyak orang sedang memanen padi di sawah nenek. Ada yang menyabit padi. Ada pula yang merontokkan butir padi dengan alat perontok padi.


    Hari ketiga, aku diajak ayah ke rumah teman lamanya di pinggiran Danau. Rumah teman ayah berada di pinggiran danau, sehingga dengan leluasa dapat menyaksikan keindahan danau itu. 


    Hari-hari berikutnya aku lalui dengan menyenangkan. Ikut bergabung bermain bersama teman di rumah itu. Ternyata mereka sangat ramah dan suka bergaul. Aku merasa seakan-akan sudah lama bergaul dengan mereka.


    Hari terakhir, aku merasa enggan meninggalkan rumah nenek. Kota yang subur, penduduknya yang ramah dan suka bergotong-royong. Rasanya aku ingin terus berada di desa nenek tetapi itu tidak mungkin. Sore hari aku pulang kembali ke rumah bersama ayah.


    Seminggu penuh aku berada di rumah nenek menjalani masa libur. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Jika ada kesempatan liburan sekolah pada masa berikutnya, aku meminta pada ayah agar kembali berlibur di rumah nenek.

Comments

Popular posts from this blog

depan rumahku

Rumahku berada di sebuah jalan di srengseng, jakarta barat. Rumahku memiliki pagar bercat coklat dengan kembang bercat emas. Rumahku sendiri, terdiri dari dua lantai. Di depan rumahku tampak rumah yang jauh lebih besar dari rumahku. Didalam, terdapat dua carport  dan sebuah taman kecil. Memiliki teras yang tidak terlalu besar.

ucapan terima kasihku kepada ayah dan bunda

 Terimakasihku Untuk kedua orangtua ku                                                                             Jakarta, 8 Februari 2021 Ayah dan Bunda Di Jakarta, Asalamuallaikum, Halo ayah dan bunda ku yang cantik dan tampan hehe. Apa kabarnya? Aku tau kok mungkin ayah dan bunda terkejut ketika melihat aku mengirim pesan melalui surat, mungkin dengan cara ini lebih berarti bagiku. Mari ku coba, Ayah, bunda, aku sangat mencintai kalian, mungkin kalian tidak tahu karena, aku sendiri bukanlah anak yang berbakti kepada kalian berdua. Aku juga masih mengomel tanpa alasan, mengecewakan kalian, dan bahkan membentak kalian. Karena itu, maafkan aku dan percayalah bahwa aku mencintai kalian. Terimakasih sebesar-besarnya atas kasih sayang yang tak terbatas untuk ku, meski aku tidak pantas mendapa...

~Ibu~

Perjuangan Ibu Siapa sih, yang tidak mengenal perjuangan Ibu? Perjuangan dari awal dan akhir yang begitu susah untuk di lalui. Tentu tidak sembarang orang yang bisa melewati perjuangan yang begitu susah. Hanya orang yang spesial saja yang bisa melewati perjuangan yang susah dengan mudah. Ya, tentu saja itu adalah seorang ibu. Di bulan pertama Ibu mengandung kita, tentu mudah. Di bulan kedua tentu mungkin masih mudah. Mungkin dibulan ketiga, keempat, kelima mungkin ada yang mengalami masa-masa sulit. Lalu di hari kelahiran semuanya bahagia karena lahir dengan selamat. Pasti Ibu sangat senang, karena perjuangan susah yang ia lewati tidak sia-sia. Tetapi, itu hanya awalan saja masih banyak perjuangan-perjuangan yang harus dilewati. Ya, mengurus kita saja dari bayi hinga dewasa sangatlah tidak mudah. Dari mulai mengganti popok, mengganti pakaian, memberi makan dll sangatlah tidak gampang.  Jadi, kesimpulan dari teks ini adalah hargailah setiap perjuangan ibumu. Berikanlah kebahagian mu...